BNPB Siapkan Strategi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Hadapi Potensi Kemarau 2023

- Minggu, 22 Januari 2023 | 15:05 WIB
Ilustrasi kemarau, prediksi curah hujan pada 2023 akan menurun dan Indonesia akan mengalami kondisi lebih kering dibandingkan tiga tahun terakhir.
Ilustrasi kemarau, prediksi curah hujan pada 2023 akan menurun dan Indonesia akan mengalami kondisi lebih kering dibandingkan tiga tahun terakhir.

 

INSIDEN24.COM-Prediksi curah hujan pada 2023 akan menurun dan Indonesia akan mengalami kondisi lebih kering dibandingkan tiga tahun terakhir. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan strategi pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Adapun langkah-langkah yang dimaksud antara lain dengan berkoordinasi dengan kementerian/ lembaga dan pemerintah daerah, menyiapkan operasi darat dan udara serta melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Baca Juga: Pasar Wisata Indonesia Bangkit di Tengah Ancaman Resesi

Diungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan 2023 yang dihelat di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui keterangan yang diterima InfoPublik, Sabtu (21/1/2023).

Suharyanto mengatakan, potensi terjadinya Karhutla juga semakin tinggi karena kondisi lahan akan ikut kering jika curah hujan menurun.

"Pada 2023 diprediksi cuaca kemaraunya lebih tinggi dibanding tahun 2022, 2021 dan 2020. BNPB siapkan langkah-langkah pencegahan agar karhutlanya dapat dikendalikan dan diatasi," kata Suharyanto.

Baca Juga: Berkah Imlek, 26 Narapidana Khonghucu Dapat Remisi 

Kepala BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah agar menetapkan status kedaruratan, karena BNPB belum bisa memberikan dukungan jika belum ada status tersebut.

"Dana BNPB bisa mendukung masuk ke daerah, syaratnya jika sudah ada status siaga darurat atau tanggap darurat," jelas dia.

Pada 2022 BNPB menurunkan 55 unit helikopter water bombing dan 33 unit untuk patroli. Luas lahan terbakar menurun dari 358.867 hektar pada tahun 2021 menjadi 204.894 hektar pada 2022.

Baca Juga: Bumbui Dunia dengan Rempah Indoensia, Rekayasa Kuliner Bercita Rasa Tinggi Jadi Citra di Luar Negeri  

Menurut dia, faktor alam juga mempengaruhi turunnya luas lahan terbakar, di 2022 kondisi cuaca relatif lebih basah dari 2021.

Halaman:

Editor: Bambang Bu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X