Desakan Perusahaan Angkutan, Tolong Tindak Travel Yang Angkut Pemudik

- Sabtu, 24 April 2021 | 11:04 WIB
Desakan Perusahaan Angkutan, Tolong Tindak Travel Yang Angkut Pemudik
Desakan Perusahaan Angkutan, Tolong Tindak Travel Yang Angkut Pemudik

INSIDEN24 - Desakan perusahaan angkutan umum, meminta tolong agar menindak travel dan angkutan online yang angkut pemudik. Ketegasan tersebut dari Omay Komarudin alias Domay yang meninta tolong kepada pemerintah dan penegak hukum agar tidak tebang pilih terapkan aturan. Pasalnya, mulai tanggal 6 Mei, semua angkutan umum ada larangan total tidak beroperasi. "Namun, berdasarkan pengalaman, justru mobil pribadi malah jadi travel dan angkutan online juga ada yang beroperasi. Jadi, tindakannya tidak ada yang tegas, masih banyak yang lolos bisa angkut pemudik," tegas Domay sebagai Pimpinan Perusahaan Angkutan (PA) Organisasi Laju Perjalanan Anada (Lajuna) Grup Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (24/4/2021) pagi di Terminal Ciamis. Domay menyampaikan, sudah jelas perusahaan angkutan umum ada legalitasnya. Namun, adanya larangan mudik membuat semua angkutan tidak akan beroperasi, meskipun memang resikonya banyak ruginya. "Jadi, semua personil angkutan seperti sopir juga pada menjerit tentang nasibnya. Sebab, mereka tidak punya penghasilan untuk menyambung perekonomian keluarganya," ucapnya. Domay mencontohkan, seperti saat ini, PA Lajuna Grup akan menuruti imbauan pemerintah supaya semua angkutan berhenti total tanggal 6 Mei. Itu seperti bus Sumber Jaya 17 unit, Sony Prima 15 unit, bus Premium 8 unit dan bus Sugeng Rahayu 32 unit. "Maka, adanya larangan total bagi angkutan itu, tolong pemerintah juga harus bertindak adik. Jangan sampai ada travel atau angkutan online yang masih angkut pemudik," paparnya.

Desakan Perusahaan Angkutan, Penegakkan Aturan Harus Adil

Domay menegaskan, penegakan aturan larangan mudik tersebut harus adil. Pasalnya, sekarang banyak travel plat hitam yang sebenarnya mobil pribadi lalu dijadikan angkutan penumpang. Jadi, modusnya, mereka mengatakan itu mobil pribadi. Kemudian, angkutan online juga harus tidak boleh beroperasi. "Jadi, kalau aturannya tidak tegas, maka kami juga akan terus beroperasi juga seperti travel dan angkutan online," tegasnya. Maka, Domay menginginkan, aturannya harus lebih tegas lagi. Itu seperti adanya penahanan kendaraan sebagai sangsinya bagi yang melanggar aturan. Selain itu, pihaknya juga menyatakan banyak travel yang ilegal. "Soalnya, travel itu mobil pribadi yang dijadikan angkutan umum," tegasnya. Pihaknya jelas prihatin, jika semua perusahaan angkutan libur karena tidak bisa angkut pemudik. Maka, pendapatannya juga jadi tidak ada. Padahal, semua karyawan harus mendapat gaji dan THR "Jadi, tambah pusing lagi karena pemerintah tidak memberikan solusinya harus bagaimana. Namun, aturannya sudah saklek, tapi solusinya nol," terangnya. (Ceng)

Editor: anton

Tags

Terkini

X