• Rabu, 17 Agustus 2022

Sidak Digelar Polres Tasikmalaya bersama Dinas Koperasi UMKM di Pasar Singaparna

- Jumat, 18 Maret 2022 | 05:05 WIB
Polres Tasikmalaya bersama Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya gelar sidak.(Indra)
Polres Tasikmalaya bersama Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya gelar sidak.(Indra)

INSIDEN24.COM - Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan Polres Tasikmalaya bersama Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan minyak goreng di sejumlah pedagang minyak di Pasar Singaparna dan toko modern, kamis (17/03/22).

Dalam Sidaknya petugas memastikan pasokan minyak goreng kemasan dan curah agar sampai pada pedagang.

AKBP Rimsyahtono, Kapolres Tasikmalaya mengatakan, meski keberadaan minyak goreng mulai ditemukan saat sidak, namun pasokan masih belum maksimal.

Padahal, harga minyak goreng sudah dikembalikan ke pasar oleh Pemerintah pusat.

Baca Juga: Pastikan Stok Minyak Goreng Aman, Kapolres Bersama Walikota Banjar Gelar Sidak

"Kami turun kelapangan dengan Indag, pastikan ketersediaan minyak goreng. Tidak langka yah, pasokan ada. Tapi memang siang ini sudah habis dibeli masyarakat dibeberapa toko yang kami cek."Kata Rimsyahtono di Pasar Singaparna.

Harga sudah disesuaikan Menurut Rimsyahtono, dengan kebijakan pemerintah pusat dan masyarakat tidak perlu “panic buying” karena pasokan akan kembali normal.

Pantauan kami ujar Rimsyahtono masyarakat memang tidak sulit, karena memang mau beli habis, dan besok barang akan ada lagi.

“Pantauan kami dari anggota kami di lapangan, dan semoga tidak ditemukan adanya penimbunan minyak goreng. Kalau ada kami pasti tindak.," ungkapnya.

Baca Juga: Tinjau Gebyar Vaksinasi di Bagjasari, Kapolsek Cikijing Berikan Minyak Goreng Kepada Warga Yang Divaksin

Sementara itu, Kasi Pengawasan Wasdal Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bakopting) Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Wawan Setiawan  menjelaskan harga sudah dikembalikan kepada mekanisme pasar dari kemarin 16 Maret mulai pukul 00.00.

Sampai saat ini ungkap Wawan, suplay minyak goreng belum lancar dan merata baik ke pasar Tradisional maupun toko modern atau ritel.

"Akan tetapi sampai saat ini suplai nya belum lancar dan rata ke kita baik ke pasar atau ke ritel. Untuk suplainya dari distributor nya," tambah Wawan.

Meski demikian, konsumen mengaku masih kesulitan mencari minyak goreng walau harganya sudah mahal.

Baca Juga: Polisi Cek Keberadaan Minyak Goreng di Pasaran

"Saya keluar rumah agak siangan jadi gak kebagian minyak goreng. Di pasar di toko juga habis. Kumaha ieu pamarentah,” Kata Desi, konsumen.

Pasokan minyak yang tersendat dirasakan pangkalan minyak goreng curah. Permintaan yang tinggi membuat minyak goreng ludes dalam sehari.

"10 ton minyak goreng curah habis pak. Paling gak tau kapan dikirim lagi. Masih belum lancar yah. Kalau harga kita jual 18 ribu. Gak tau kalau HETnyab14 ribu."Kata Hj. Piah, pangkalan minyak goreng.(Indra)***

Editor: Anugrah A

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Detik-detik Pembacaan Teks Proklamasi Indonesia

Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:14 WIB
X