• Sabtu, 2 Juli 2022

Hari Buku Nasional 17 Mei 2022, Begini Fakta Sejarahnya

- Senin, 16 Mei 2022 | 23:15 WIB
Ilustrasi Hari Buku Nasional. (Dariusz Sankowski/Pixabay)
Ilustrasi Hari Buku Nasional. (Dariusz Sankowski/Pixabay)

INSIDEN24.COM - Peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) pertama kali oleh Menteri Pendidikan Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar pada 17 Mei 2002, bertepatan dengan peringatan pendirian Perpustakaan Nasional (Perpusnas), yang didirikan di Jakarta pada 17 Mei 1980.

Tujuan ditetapkan Hari Buku Nasional adalah untuk meningkatkan minat baca. Dimana, kala itu minat baca masyarakat Indonesia tergolong memprihatinkan.

Dikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (16/5/2022), berdasarkan hasil study World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Baca Juga: Sukapura Basketball Championship (SBC) 2022 Warnai Dunia Bola Basket di Priangan Timur

Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Tentu ini sangat mengkhawatirkan bagi masa depan peradaban Indonesia. Hal itu didasarkan karena membaca buku merupakan aspek penting dalam perkembangan suatu peradaban bangsa. Dengan bukulah seseorang akan mendapatkan ilmu, karena buku adalah gudang ilmu.

Permasalah minimnya minat baca buku anak Indonesia tidak serta merta disebabkan oleh kurangnya infrastruktur pendukung. Sebetulnya ketersediaan buku-buku sudah terpenuhi dengan baik.

Baca Juga: Fitur Flagship Liquid Cooling VIVO T1 Pro 5G, Cocok Untuk Para Gamer

Berbagai pihak pun terus berupaya untuk menyediakan fasilitas baca buku gratis, seperti adanya perpustakaan daerah, perpustakaan keliling, dan yang terbaru adanya sebuah gerakan pemuda yang menggagas rumah baca dan sejenisnya di daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Halaman:

Editor: Purpur Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X